Taman Nasional Laut, Keindahan Alam yang harus dijaga

Sumber: https://citilinkstoragev2.blob.core.windows.net/citilink/images/default-source/default-album/ingin-liburan-ke-taman-nasional-laut-bunaken-ketahui-terlebih-dahulu-biayanya.jpg?sfvrsn=0

Taman Nasional merupakan salah satu kawasan pelestarian alam (KPA) yang ada di Indonesia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Pada peraturan tersebut, Taman Nasional dijelaskan sebagai KPA yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Penetapan suatu kawasan menjadi taman nasional juga tidak sembarangan. Setidaknya ada 4 (empat) kriteria yang harus dipenuhi untuk kemudian suatu kawasan ditetapkan menjadi taman nasional. Kriteria tersebut adalah:

  1. Memiliki ekosistem yang khas dan unik yang masih utuh dan alami;
  2. Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh;
  3. Mempunyai luas yang cukup untuk proses ekologi secara alami;
  4. Wilayahnya dapat dibagi menjadi zonasi sesuai dengan keperluan.

Jika dilihat dari wilayahnya, setidaknya taman nasional terbagi menjadi dua, yaitu taman nasional dengan dominasi wilayah di daratan dan lautan. Sehingga dewasa ini dikenal adanya taman nasional laut. Dikutip dari Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, saat ini terdapat 7 (tujuh) taman nasional laut di Indonesia, yaitu Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Bunaken, Wakatobi, Taka Bonerate, Kepulauan Togean, dan Teluk Cendrawasih.

Sebaran Taman Nasional Laut di Indonesia. Sumber: Logdoud dengan pengolahan

Tiap-tiap taman nasional laut tersebut memiliki keunikan ekosistem tersendiri dengan prioritas jenis yang dilindungi. Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu fokus melindungi penyu sisik (Eretmochelys imbricata), ekosistem hutan mangrove, dan ekosistem terumbu karang. Taman Nasional Karimunjawa fokus melindungi ekosistem laut khas pantai utara Jawa. Taman Nasional Taka Bonerate  berperan dalam melindungi ekosistem alami karang atol terbesar ketiga di dunia, bahkan tengah dalam proses diajukan ke UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Tak kalah dengan tiga taman nasional sebelumnya, Taman Nasional Teluk Cendrawasih berperan penting untuk melindungi spesies Hiu Paus. Dikutip dari laman IUCN, Hiu Paus dengan nama ilmiah Rhincodon typus merupakan spesies yang statusnya terancam punah (Endangered) dan populasinya cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Taman Nasional Wakatobi fokus melindungi ekosistem laut setempat yang sangat kaya dan telah menjadi biodiversity hotspot yang sangat penting, bahkan dengan kondisi yang masih sangat baik telah ditetapkan menjadi cagar biosfer oleh UNESCO sejak 2012.

Satu Individu Paus Dewasa. Sumber: IUCN

Bagaimana dengan dua taman nasional sisanya? Tentulah keduanya juga mempunyai peran yang sangat penting. Taman Nasional Togean berperan melindungi ekosistem alami terumbu karang, utamanya taman nasional ini sebagai pusat segitiga karang dunia sebagaimana tercantum dalam dokumen Marine RAP (2001). Taman Nasional Bunaken sendiri ternyata juga merupakan pusat segitiga karang dunia yang melindungi ekosistem perairan tropis, terumbu karang, mangrove khas Indonesia timur, dan lebih dari 2000 spesies ikan karang.

Keberadaan taman nasional laut sangat penting untuk melindungi ekosistem dengan beragam jenis yang ada di dalamnya. Terumbu karang dan beragam biota laut termasuk yang harus dilindungi. Taman nasional laut tidak hanya melindungi ekosistem yang berada di bawah laut saja, namun juga beragam jenis yang ada di atasnya, seperti mangrove, lamun, dan ekosistem hutan pantai. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa taman nasional laut juga berperan penting sebagai penyangga bagi ekosistem daratan.

Namun saat ini, taman nasional laut menghadapi berbagai ancaman, terutama dari faktor manusia. Vandalisme dan perusakan pada terumbu karang, pengambilan biota laut secara ilegal, dan perburuan ikan menggunakan bom, serta aktivitas wisata yang tidak terkendali. Semua hal itu dapat mengganggu proses ekologi yang terjadi di dalam kawasan.

Rusaknya ekosistem laut dapat berdampak secara langsung atau tidak langsung terhadap keberadaan ekosistem daratan. Selain itu, ekosistem yang rusak memerlukan waktu yang tidak sebentar guna memulihkan dirinya kembali. Maka dari itu, penting bagi kita untuk melindungi keberadaannya. Yuk kita jaga taman nasional laut kita, sebagai warisan bagi generasi selanjutnya. (IR)

Featured Image: Citilink